Jumat, April 18, 2008

MOTIVASI

Kinerja perusahaan tentu saja tergantung pada kontribusi seluruh karyawan dalam perusahaan tersebut. Semakin baik seorang karyawan bekerja maka kontribusi terhadap perusahaan pun semakin besar. Salah satu determinan yang penting bagi kinerja seseorang adalah motivasi. Banyak sekali teori motivasi yang dikembangkan oleh para pakar.

Sebut saja teori motivasi Maslow, Maslow’s Need Theory, yang berbentuk pyramid dengan susunan kebutuhan dasar, rasa aman, social, penghargaan atau penghormatan serta aktualisasi diri. Lalu ada juga Alderfer’s ERG Theory, Hersberg’s Two-factor Theory, McClelland’s Learned Needs Theory, dan masih banyak teori lainnya yang bisa kita temukan di buku-buku. Karena saya sedang tidak ingin mengutip buku-buku dan menulis hal-hal yang terlalu serius…

Tapi saya pernah mendengar suatu teori menarik yang dikemukan oleh ulama yang sedang berkhobah. Menurut bapak ulama tersebut, seharusnya teori Maslow dibalik… karena sebagai seorang muslim… kebutuhan utama kita adalah aktualisasi diri kepada Sang Pencipta. Sudut pandang yang sangat baik untuk menggetarkan hati saya…..

Sebenarnya yang saya mau ceritakan adalah bahwa... akhir-akhir ini di kantor saya, sedang terjadi fluktuasi motivasi di hampir seluruh pegawai. Yang menjadi soal adalah gosip-gosip yang beredar tentang bonus atau insentif serta kenaikan gaji. Gosip akan dibagikan bonus yang katanya cukup lumayan, gosip kenaikan gaji serta gosip kapan akan dikredit ke rekening karyawan, Yang lucunya sampai hari ini…. belum ada realitanya…. (Direksi….. saya nggak protes kok…. cuma cerita…)

Fenomena seperti ini terjadi setiap tahun di kantor saya. Bahwa gosip-gosip yang menyenangkan untuk memotivasi karyawan, membuat karyawan lebih rajin masuk ke kantor dan mudah-mudahan juga lebih rajin bekerja. Tapi yang ditakutkan adalah kalau gosip yang sudah beredar tidak dikuti dengan realita yang menyenangkan. Bayangkan penurunan motivasi yang drastis dari tiap karyawan…..

Cuma berdasarkan pengamatan saya, sebenarnya yang jadi motivasi apakah gosip-gosipnya atau penghargaannya. Karena justru dengan adanya gosip inilah yang membuat karyawan berharap-harap cemas, tetapi ketika hari “H”… toh lewat begitu saja…. Dan apa yang dilakukan???? Mencari gosip baru yang lebih menyenangkan lagi…. Misalnya ada saja yang iseng mengeluarkan berita bahwa THR akan dibagi sebesar tiga kali gaji…. Motivasi buat bekerja sambil menunggu hari “H” pembagian THR… pasti akan meningkat….

Bicara mengenai motivasi kerja, saya jadi bertanya-tanya…. Apakah selalu pada akhirnya uanglah motivasi terbesar karyawan untuk meninggalkan kehangatan tempat tidur pada pagi hari, dan bersiap-siap serta menuju ke kantor…. Dari hasil diskusi nyeleneh (biasalah wanita-wanita yang tingkat kewarasannya di ambang batas….) antara saya dan teman-teman gank saya…(love u guys)…. Bahwa punya gebetan di kantor bisa jadi motivasi tersendiri….. Ya… klo teman-teman saya yang masih single sich nggak masalah punya gebetan di kantor…. But girls… jangan sampai… he is another woman’s man…. Klo saya… nggak boleh dong punya gebetan…. Cause my heart only for U, Bang…. (Insya Allah).






Read more...

Kamis, April 17, 2008

I miss him...

Dia, laki-laki itu...
Pertama kali mengenalnya, kesan yang saya dapat amat sangat negatif...
Kata-kata yang dilontarkan, joke-joke yang dilemparkan sungguh amat tidak sesuai dengan statusnya. Semenjak saat itu saya pikir, akan lebih baik tidak berada di sekitar laki-laki ini. Untungnya pekerjaan saya tidak perlu berhubungan dengan orang ini.
Tapi pada suatu hari, saya merasakan tiba-tiba langit di atas saya runtuh, ketika teman baik saya mengabarkan adanya rotasi pekerjaan dan...
Dia, laki-laki itu....
Ya... dia menjadi bos saya, atasan saya, tempat saya mempertanggungjawabkan pekerjaan saya. Tapi dunia kerja dituntut profesional.... suka tidak suka saya harus menjalaninya.
Lucu, yang saya dengar dari sahabat saya, dia juga merasa tidak suka dirotasi, karena...saya.
Akhirnya, toh pekerjaan tetap harus dijalankan, saya mencoba bersikap apa adanya demikian pun dia. Memang benar pepatah, tak kenal maka tak sayang.... setiap hari bekerja bersama bapak satu itu... ternyata menyenangkan.
Dia mau menerima pendapat semua bawahannya, dia menjalankan sistem demokratis yang amat sangat bebas, sehingga banyak sekali dari kita bawahannya yang bebas menyatakan pendapat, isi hati, isi kepala.....
Dia juga sangat dermawan...traktir terus.....
Walaupun hal2 jelek awal perkenalan dulu masih juga melekat... tp it's nothing.
Satu hal yang paling saya ingat adalah ketika kami sedang rapat, dia menyatakan sesuatu yang bisa menyusahkan saya, langsung saya tendang saja kakinya (di bawah meja).... Lepas rapat... dia hanya tertawa saja dan bilang.... "elo adalah anak buah paling nekat... yang berani nendang bosnya".
Awal Agustus 2007, dia... laki-laki itu....
Mulai tidak masuk.... dan bilang sakit batu ginjalnya kambuh lagi... Iseng saya mengganggunya dengan mengirimkan sms yang menyatakan saya tidak percaya dan mau inspeksi mendadak ke rumahnya....
17 Agustus 2007, saya dapat sms dari teman saya.... "Pak Rudi masuk rumah sakit, kena serangan jantung." Jantung saya langsung terasa jatuh.... bayangan yang tidak-tidak mulai menghantui saya...
Membesuknya di rumah sakit, dia tetaplah dia... yang masih kelihatan tegap dan bandel.... dia memperkenalkan kami (saya dan temen saya) kepada istrinya...."Ini preman-preman di kantor"....
22 Agustus 2007, jam 9 malam, iseng saya mencoba melihat HP saya, yang amat sangat jarang saya cek klo sudah di rumah, terdapat sekian missed calls dan beberapa sms, dan memang benar berita itu....
Dia, laki-laki itu..., bos saya..., seseorang dengan pemikiran bebas, seseorang dengan pola hidup menyenangkan..., seseorang yang selalu mau mendengar pendapat saya..., seseorang yang kadang-kadang dengan kata-kata cueknya bisa menyentuh kesadaran saya,... telah pergi... untuk selamanya...
Saya ingat pesan bijak terakhirnya sekitar Juni 2007 ketika sedang diskusi penilaian kinerja, "tahun depan elo bisa naik pangkat, Indah". Dan saya menganggapnya
angin lalu....
But, In this year... I made it, Boss.....

I miss him... miss him so much....


Read more...