Tampilkan postingan dengan label Dedicated to T. M. Rumansyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dedicated to T. M. Rumansyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 17, 2008

I miss him...

Dia, laki-laki itu...
Pertama kali mengenalnya, kesan yang saya dapat amat sangat negatif...
Kata-kata yang dilontarkan, joke-joke yang dilemparkan sungguh amat tidak sesuai dengan statusnya. Semenjak saat itu saya pikir, akan lebih baik tidak berada di sekitar laki-laki ini. Untungnya pekerjaan saya tidak perlu berhubungan dengan orang ini.
Tapi pada suatu hari, saya merasakan tiba-tiba langit di atas saya runtuh, ketika teman baik saya mengabarkan adanya rotasi pekerjaan dan...
Dia, laki-laki itu....
Ya... dia menjadi bos saya, atasan saya, tempat saya mempertanggungjawabkan pekerjaan saya. Tapi dunia kerja dituntut profesional.... suka tidak suka saya harus menjalaninya.
Lucu, yang saya dengar dari sahabat saya, dia juga merasa tidak suka dirotasi, karena...saya.
Akhirnya, toh pekerjaan tetap harus dijalankan, saya mencoba bersikap apa adanya demikian pun dia. Memang benar pepatah, tak kenal maka tak sayang.... setiap hari bekerja bersama bapak satu itu... ternyata menyenangkan.
Dia mau menerima pendapat semua bawahannya, dia menjalankan sistem demokratis yang amat sangat bebas, sehingga banyak sekali dari kita bawahannya yang bebas menyatakan pendapat, isi hati, isi kepala.....
Dia juga sangat dermawan...traktir terus.....
Walaupun hal2 jelek awal perkenalan dulu masih juga melekat... tp it's nothing.
Satu hal yang paling saya ingat adalah ketika kami sedang rapat, dia menyatakan sesuatu yang bisa menyusahkan saya, langsung saya tendang saja kakinya (di bawah meja).... Lepas rapat... dia hanya tertawa saja dan bilang.... "elo adalah anak buah paling nekat... yang berani nendang bosnya".
Awal Agustus 2007, dia... laki-laki itu....
Mulai tidak masuk.... dan bilang sakit batu ginjalnya kambuh lagi... Iseng saya mengganggunya dengan mengirimkan sms yang menyatakan saya tidak percaya dan mau inspeksi mendadak ke rumahnya....
17 Agustus 2007, saya dapat sms dari teman saya.... "Pak Rudi masuk rumah sakit, kena serangan jantung." Jantung saya langsung terasa jatuh.... bayangan yang tidak-tidak mulai menghantui saya...
Membesuknya di rumah sakit, dia tetaplah dia... yang masih kelihatan tegap dan bandel.... dia memperkenalkan kami (saya dan temen saya) kepada istrinya...."Ini preman-preman di kantor"....
22 Agustus 2007, jam 9 malam, iseng saya mencoba melihat HP saya, yang amat sangat jarang saya cek klo sudah di rumah, terdapat sekian missed calls dan beberapa sms, dan memang benar berita itu....
Dia, laki-laki itu..., bos saya..., seseorang dengan pemikiran bebas, seseorang dengan pola hidup menyenangkan..., seseorang yang selalu mau mendengar pendapat saya..., seseorang yang kadang-kadang dengan kata-kata cueknya bisa menyentuh kesadaran saya,... telah pergi... untuk selamanya...
Saya ingat pesan bijak terakhirnya sekitar Juni 2007 ketika sedang diskusi penilaian kinerja, "tahun depan elo bisa naik pangkat, Indah". Dan saya menganggapnya
angin lalu....
But, In this year... I made it, Boss.....

I miss him... miss him so much....


Read more...